Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Cantrang Milik Siapa? 

Oleh : Thomas Nugroho*)

Masyarakat pada umumnya mungkin tidak tahu apa itu cantrang.  Tapi tidak bagi masyarakat nelayan di pantai utara (pantura) Pulau Jawa.  Cantrang merupakan jenis alat penangkap ikan sejenis pukat yang biasa digunakan nelayan di pantura Pulau Jawa.

Cantrang menjadi hot issue sejak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan regulasi larangan penggunaannya, sebab alat tersebut diketahui dapat menangkap berbagai jenis dan ukuran ikan sehingga dikenal sifatnya sebagai alat yang tidak selektif dan tidak ramah lingkungan.

KKP melarang penggunaan cantrang dipahami sebagai upaya menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan melindungi kepentingan nelayan di masa mendatang. Sebab penggunaan alat cantrang diakui memberikan tekanan pada ekosistem sumberdaya ikan. Menurut para ahli, sumberdaya ikan di perairan laut pantura Pulau Jawa mengalami over fishing.

Akan tetapi, apa yang dilakukan oleh KKP tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari masyarakat. Ada sebagian kelompok masyarakat yang keberatan terhadap larangan penggunaan cantrang. Alasannya cantrang telah menjadi bagian dari kehidupan nelayan. Larangan tersebut diklaim dapat menghilangkan kesempatan berusaha dan mata pencaharian nelayan.

Dua situasi diatas membuat cantrang menjadi isu yang seksi. Apalagi di masyarakat belum ada kesamaan sikap dan kepentingan dalam mengatasi penggunaan alat cantrang.  Yang menarik, saat ini isu cantrang bukan milik nelayan saja, tetapi telah menjadi milik publik. Bahkan ada banyak pihak yang mengambil manfaat dari isu cantrang sesuai kepentingannya.

Polemik mengatasi penggunaan cantrang tidak kunjung tuntas karena belum terbangun trust, disamping pokok masalahnya belum terjawab, serta belum ada kesepahaman tentang dua hal yaitu;

Pertama,  apa benar sumberdaya ikan di pantura Pulau Jawa dalam kondisi kritis atau overfishing, dan apakah itu karena nelayan pengguna cantrang.  Kedua, apa benar penggunaan cantrang dapat menimbulkan kerusakan ekosistem dan lingkungan sumberdaya ikan.

Jalan keluar

Untuk mengatasi polemik penggunaan cantrang, pendekatannya tidak hanya regulasi dan penegakan hukum semata.  Tetapi perlu membangun lebih dulu trust antar kelompok dalam masyarakat dan membuktikan apa betul penggunaan cantrang itu dapat menimbulkan masalah lingkungan.

Kajian perlu dilakukan oleh lembaga penelitian yang independen dan kredibel untuk menjawab berbagai keraguan tentang dampak cantrang terhadap kondisi ekosistem sumberdaya ikan maupun sosial ekonomi nelayan saat ini dan dimasa mendatang.

Tantangan terberatnya adalah minimnya ketersediaan data hasil tangkapan ikan yang menggunakan cantrang pada kurun waktu tertentu.  Dan akan bertambah sulit apabila cantrang dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan politik dan bisnis.

Cantrang bukan hanya milik nelayan, tetapi juga milik berbagai pihak yang bermain untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Harapannya KKP tetap konsisten pada kepentingannya, yaitu menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan melindungi keberlanjutan usaha nelayan melalui pengaturan penggunaan alat tangkap di seluruh perairan laut Indonesia.  Dan tidak pula terjebak atau berkompromi dengan berbagai kepentingan yang justru dapat merugikan nelayan. Semoga.

*) Penulis Dosen Departemen PSP FPIK IPB dan Pengiat INCRAP

(Tulisan yang disampaikan adalah pendapat pribadi)

Selamat Datang

Para pembaca yang budiman,

Blog Incrap Indonesia merupakan pena yang digunakan untuk menuliskan berbagai pemikiran dibidang sosial politik,  pemerintahan, demokrasi, pendidikan,  komunikasi pembangunan, ekologi, kemaritiman dan pertanian.

Semoga pemikiran-pemikiran yang dituliskan di blog Incrap Indonesia bisa bermanfaat bagi pembaca dan pencari informasi yang  cerdas. Terimakasih. 

Salam Pena Demokrasi,

INCRAP INDONESIA